Pemilu 2024 Harus Jadi Titik Balik dalam Mengembalikan Kejayaan PPP

PENAPERSATUAN – Muktamar IX merupakan titik di mana kita selaku kader PPP memulai kinerja untuk mecapai kebesaran PPP. Sehingga perolehan suara PPP yang senantiasa menurun di setiap pemilu di masa lalu stop sampai di sini saja. Kedepannya, perolehan suara PPP harus mengalami kenaikan dari pemilu ke pemilu. Demikian ungkap Ketua Steering Committee (SC)  Muktamar IX Dra. Hj. Ermalena MHS.

“Saat ini, kalau kita melihat indikatornya dari kursi parlemen, PPP di DPR RI hanya memilijki 19 kursi. Prihatin tentu kita prihatin. Kondisi ini bukan hanya menggambarkan PPP terpuruk, namun banyak pihak yang mengatakan bahwa PPP saat ini sudah berada di ujung tanduk,” beber politisi kelahiran Bukit Tinggi, 22 Juni 1957.

Jadi, tambah Ermalena, memang amat banyak yang harus kita tata kembali untuk mengembalikan masa keemasan PPP sebagai partai warisan para ulama. Satu hal yang terpenting adalah orangnya. Orang yang dimaksud adalah orang yang mengurus partai. Sebagus apa pun gagasan kita, sedetail apa pun gagasan dan program kita, itu tidak mungkin bisa dijalankan dengan baik dan memperoleh hasil maksimal jika tidak ada orangnya.

“Kita berharap di mana Muktamar IX ini menjadi titik di mana kita menata orang-orang itu. Artinya, kepengurusan itu harus betul-betul diperhatikan. Struktur kepengurusan tidak perlu terlalu gemuk. Yang penting mau bekerja. Orangnya ada, kemudian bisa dipertangung jawabkan karena dia bisa melakukan kerja-kerja partai sesuai dengan jabatan yang telah diamanahkan kepadanya,” imbuh Wakil Ketua Umum DPP PPP itu.

Lebih lanjut Ermalena mengemukakan, di sisi lain kita juga melihat bahwa hari ini kita juga berbangga hati. Bila kita melihat badan-badan otonom PPP itu bergerak. Realitas itu membuktikan bahwa sebenarnya banyak sekali orang-orang yang siap menjadi bagian dari partai ini untuk menggerakkan roda partai menuju kejayaannnya.

“Saya berharap memang agar realitas itu tidak hanya muncul menjelang muktamar saja. Tapi harus dijadikan budaya dalam kita berpartai dalam rangka memunculkan tenaga-tenaga baru yang siap berjuang optimal membangun bangsa lewat PPP,” harap Ermalena.

Ditambahkannya lagi, kita juga tentu berharap bahwa nanti kader-kader muda yang tumbuh dan berkebang di banom-banom partai siap meneruskan perjuangan partai ini agar bisa melakukan sesuatu yang jauh lebih baik dibandingkan apa yang telah dilakukan oleh para pendahulunya.

Teamwork yang baik adalah awal yang baik untuk merealisasikan gagasan menjadi hal konkrit yang membanggakan. Kuncinya, berikan kepercayaan kepada kawan-kawan kita. Jangan kita sendiri yang melakukan karena itu sangat tidak mungkin. Oleh karena itu, saya berpikir, orang itu menjadi sangat penting,” imbuh Ermalena.

Sebab, tambah Ermalena, orang yang diberikan tugas dan tanggung jawab itu harus ada kepercayaan yang diberikan oleh pemimpin kepada yang bersangkutan. Kadangkala kita merasa bisa menyelesaikan semua program partai sendiri, apa-apa mau kita lakukan sendiri, sehingga yang lain tidak bisa melakukan apa-apa. Ini yang tidak boleh! Bagilah tugas itu kepada teman-teman yang lain, kepada struktur kita, kepada badan otonom kita, agar pekerjaan yang bisa diselesaikan oleh kita jauh lebih banyak dan lebih optimal lagi hasilnya.

“Di dalam rekomendasi Muktamar IX PPP, kita amat menitik beratkan pada apa yang namanya pengkaderan. Kita berpendapat bahwa pengkaderan itu menjadi sesuatu yang sangat penting. Yang harus dilakukan oleh Partai Persatuan Pembangunan agar jumlah kita terus bertambah dan bertambah. Kita harus mencari, kita tidak boleh menunggu kader itu datang. Tapi kita harus cari kader itu untuk mau berjuang bersama PPP dalam membangun bangsa.,” tegasnya.

Masih kata Ermalena, setidaknya ada beberapa hal yang menjadi poin penting untuk meraih kembali kebesaran PPP pasca Muktamar IX nanti. Pertama, memberikan kepercayaan kepada struktur partai pada tingkatannya masing-masing, itu adalah suatu keniscayaan.

“Kedua, membangun kembali badan otonom dengan segala kekuatan yang ada. Tidak hanya di pusat saja tetapi juga harus sampai jaringan partai terbawah. Ini juga harus kita lakukan karena lebih baik kita melaksanakan dengan banyak orang daripada kita melaksanan dengan sendiri struktur partai tersebut,” urai Ermalena.

Ermalena menandaskan bahwa Pemilu tahun 2024 harus menjadi titik balik kita mengembalikan PPP dengan kejayaan masa lalu. Mungkin, kalau dulu kita bisa mendapatkan 11 juta lebih, mengapa nanti tidak PPP mendapatkan yang lebih besar dari itu. Pengalaman mengatakan bahwa itu bisa dilakukan tentu dengan analisa-analisa yang obyektif. (Sobari/Miel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.